LITERASI TIK

Peran Teknologi Artificial Intellegence Untuk Meningkatkan 

Keamanan Komputer Dalam Pseudonimisasi Data


 


Disusun Oleh : 

                                                Nama  :   Reyhan Fadhil Haryono

                                                Nim     :  1202214008

                                                Kelas   :  S1IT-21-001




PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM JAKARTA

2021




Abstrak

Seiring waktu, kemajuan teknologi dan penyebaran informasi menjadi tidak dapat diprediksi. Mencari informasi menjadi sangat mudah. Mesin pencari memudahkan pencarian informasi di media tradisional, serta berita yang tersebar luas di media modern seperti Internet. Akibatnya, semakin sulit untuk melindungi privasi berbagai jenis data. Pemalsuan data pribadi yang sensitif dan penyebaran informasi palsu merupakan ancaman serius bagi keamanan komputer, tetapi metode teknis digunakan dengan mengembangkan teknologi yang dapat diandalkan seperti sistem cerdas (kecerdasan buatan). Anda perlu mengurangi risiko gangguan terjemahan informasi sensitif data. Pseudonimisasi, yaitu mengaburkan data aktual dengan beberapa kana terpisah untuk setiap bidang yang diganti atau kumpulan bidang yang diganti, membuatnya kurang dapat diidentifikasi, tetapi cocok untuk analisis data dan pemrosesan data. 

Keywordpseudonymization, cyber security, Artificial Intelligence, data privacy, keamanan komputer.


A. Pendahuluan

    Dewasa ini, teknologi berkembang  pesat dan memberikan dampak yang besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penyebaran informasi melalui media modern digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan pribadi. 

    Informasi bisa sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari. Informasi tidak hanya dapat mengubah perilaku pribadi seorang anggota  dan pada saat yang sama mengubah masyarakat, tetapi juga dapat mengubah struktur sosial dalam berbagai cara dengan bantuan rekayasa sosial.

    Informasi tidak hanya menjadi modal sosial, tetapi juga memiliki potensi penjualan yang cukup untuk menambah nilai segala sesuatu yang berhubungan dengan informasi. Informasi berasal dari data, tetapi pengetahuan tentang banyak hal dipicu oleh adanya informasi. Oleh karena itu, berdasarkan kepentingannya, kami memiliki set berikut: Pengetahuan Data informasi yang membuat kebijakan atau hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan dan memerlukan keamanan agar informasi tersebut dapat dipercaya dan sah.

   Keamanan informasi sendiri merupakan bidang ilmiah yang dikembangkan oleh berdasarkan pengetahuan ilmiah yang menggabungkan algoritma dan optimasi ke dalam penciptaan kunci enkripsi yang menjaga keamanan data yang menjadi sumber informasi.

    Dalam hal keamanan informasi, kita dapat melihat bahwa keamanan  informasi hanya dapat dicapai dengan kode cerdas. Banyak kejadian terkini di dunia maya menunjukkan maraknya teknologi yang semakin merespons malware dan ancaman dunia maya. Serangan terhadap keamanan jaringan membuat keberadaan dunia maya menjadi sangat berbahaya dan membutuhkan pengembangan teknologi untuk melindungi data dan informasi keamanan dunia maya.

   Kecerdasan buatan (Artificial Intellegence) adalah teknologi yang berkembang pesat di bidang ilmu komputer, meneliti dan mengembangkan teori sistem, metode, teknologi, dan aplikasi untuk mensimulasikan, meningkatkan, dan meningkatkan kecerdasan manusia. Berkat pengembangan teknologi komputasi kinerja sangat tinggi dan munculnya pembelajaran mendalam  (DL ), teknologi AI telah membuat langkah besar dalam tahun terakhir. Secara khusus, teknologi deep learning  (DL ) memungkinkan orang untuk mengambil manfaat dari lebih banyak data, mencapai hasil yang lebih baik,  lebih mungkin untuk digunakan di berbagai area, dan keamanan komputer. Tidak terkecuali.

  Langkah-langkah keamanan baru, seperti visualisasi kode informasi yang disamarkan oleh pembelajaran mesin untuk mencegah serangan jaringan, memerlukan penggunaan teknik kecerdasan buatan dan alat berbasis pengetahuan secara ekstensif. Peran kunci enkripsi yang dihasilkan kecerdasan buatan dalam operasi siber untuk mengoptimalkan informasi dan keamanan data digunakan untuk mengaburkan informasi sensitif yang terkait dengan hak privasi pribadi. 

B. Keberadaaan Artificial Intelegence dalam Dunia Teknologi dan Keamanan Komputer

    Kecerdasan buatan sendiri kini banyak digunakan di berbagai bidang keamanan komputer, baik dalam  penyebaran informasi, keamanan database, maupun perlindungan properti di dunia nyata. Ini dicapai melalui kombinasi Internet of Things  (IoT ) dan pembelajaran mesin (ML ) Teknologi.

    Dalam perkembangan teknologi AI, pembelajaran mesin atau machine learning(ML) memainkan peran penting dalam menghadapi ancaman dunia maya. Meskipun teknologi machine learning merupakan teknologi yang sangat kuat dan handal, machine learning sendiri dinilai terlalu bergantung pada ekstraksi fitur. Misalnya, untuk mengaktifkan solusi ML ke mengenali malware, kita harus secara manual menyusun berbagai fitur yang terkait dengan malware, yang benar-benar dapat membatasi efisiensi dan akurasi ancaman deteksi. Ini karena algoritma ML bekerja sesuai dengan fitur spesifik yang ditentukan sebelumnya, yang berarti fitur yang tidak disusun secara manual sebelumnya tidak dapat ditemukan. Hal ini bisa saja menyimpulkan bahwa kinerja sebagian besar algoritma ML tergantung pada keakuratan pengenalan fitur dan ekstraksi (Golovko, 2017).

    Terlepas dari kekurangan ini, teknologi AI dan ML sendiri masih digunakan oleh banyak pengguna. Dengan mengadopsi algoritma yang ada, mudah dipelajari, tetapi dapat menciptakan peluang untuk membuat kode enkripsi yang tidak dapat dengan mudah dianalisis oleh non-pihak yang berwenang untuk mengenkripsi data dan informasi. Dilindungi kerahasiaannya.

C. Pseudonimisasi Data untuk Keamanan Informasi

    Pakar keamanan komputer telah mengembangkan teknologi perlindungan data canggih seperti nama samaran data dan enkripsi data untuk mencegah kejahatan dunia maya. Data pseudonimisasi adalah teknik keamanan yang menggantikan data penting dengan informasi yang realistis dan fiktif. Ini biasanya digunakan oleh organisasi yang ingin mempertahankan integritas referensial dan akurasi statistik data sensitif untuk meminimalkan gangguan operasional. Enkripsi data digunakan untuk mencegah orang yang tidak memiliki akses ke kunci enkripsi untuk memahami data dan melindunginya dari penyusup.

    Baru-baru ini saja AI mulai turut serta dalam proses penjagaan keamanan informasi. Para peneliti dan pakar keamanan dunia maya memanfaatkan potensinya untuk menciptakan solusi yang mampu mengidentifikasi dan mencegah serangan hacker dengan inputan manusia yang paling minimal. Dengan menggunakan machine learning dan neural networks, AI telah memungkinkan pengguna teknologi untuk beradaptasi dengan bentuk serangan baru dan bisa lebih optimal dalam mengantisipasi langkah-langkah selanjutnya atas ancaman yang disebabkan oleh penjahat cyber. Dampak yang diharapkan dari pengaplikasian Artificial Intelligent untuk keamanan komputer ini sangat besar sehingga 25% dari pemimpin TI menganggap keamanan sebagai alasan utama untuk menerapkan machine learning dalam organisasi mereka.

    Kecerdasan buatan dan teknik pembelajaran mesin masih memiliki banyak masalah dengan kesulitan mengekstraksi data, tetapi AI dianggap sangat mirip dengan kecerdasan manusia (atau Skynet dalam hal itu). Itu tidak akan segera berubah. Sebaliknya, dalam pembelajaran mesin, bidang studi paling populer, para ahli telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melatih ekosistem besar yang terdiri dari model statistik canggih untuk belajar dari data. Dirancang untuk tugas-tugas tertentu seperti menyimpulkan emosi manusia dari pesan teks, studi ini dapat membantu menyaring informasi  sensitif dan pesan yang mungkin berisiko kebocoran data oleh orang yang tidak berwenang. Oleh karena itu, akses ke kumpulan data yang kaya dan luas akan sangat penting untuk pengembangan AI dalam beberapa dekade mendatang.

    AI dianggap sebagai cara yang baik untuk meningkatkan keuntungan perusahaan Anda, karena tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga  mengurangi sumber daya dan waktu yang diperlukan untuk manajemen manual dan otomatisasi. Itu juga diyakini lebih akurat daripada yang dirancang manusia untuk merespons serangan tersembunyi dan ancaman internal dengan tepat.
    

D. Tantangan Dalam Pengembangan Teknologi Keamanan Komputer di Masa Mendatang

   Dalam analisis jangka panjang, pengembangan, dan penerapan teknik AI dalam keamanan siber, pengembang teknologi perlu membedakan antara tujuan langsung dan jangka panjang. Ada banyak cara untuk menerapkan AI secara langsung ke keamanan siber, tetapi ini adalah masalah keamanan siber dan membutuhkan lebih banyak solusi alternatif daripada yang pada dasarnya diterapkan saat ini ; pada dasarnya Peneliti dan pengembang teknologi keamanan jaringan  menciptakan banyak peluang untuk mempelajari ancaman terhadap data privasi di dunia maya, karena ada masih banyak celah teknis yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang data karena penyebaran informasi yang meluas.


E. Kesimpulan 

    AI dan pembelajaran mesin dapat merevolusi cara kita bekerja dan hidup. Namun, potensinya sangat bergantung pada algoritme yang digunakan untuk mengakses kumpulan data besar dan berkualitas tinggi. Secara historis, cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan menggunakan data dalam format agregat untuk melindungi privasi orang, menganonimkan data, dan menggunakan algoritme modern yang besar, tidak lengkap. Termasuk menemukan keseimbangan antara tidak memaksakan data

    Penerapan algoritma  keamanan komputer sangat penting untuk mencapai keamanan informasi kritis, tetapi pendekatan untuk menciptakan teknologi yang terkait dengan keamanan komputer memiliki terlalu banyak informasi, data, dan ruang maya yang ada. Peneliti dan pengembang teknis dengan fokus khusus di bidang keamanan komputer perlu menciptakan banyak alternatif solusi untuk menjaga keamanan informasi demi kepentingan publik.


F. Daftar Pustaka

Fatmawati Triyah, Zaman Badrus, Werdiningsih Indah. (2017). “Implementation of the common phrase index method on the phrase query for information retrieval”. Jurnal: AIP Conference Proceedings. 1867(1):1-3.Online.

Fakih Abdullah, Raharjana Indra K, Zaman, Badrus, (2015). “Pemanfaatan Teknologi Fingerprint Authentication untuk Otomatisasi Presensi Perkuliahan”. Jurnal : Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence. 1(2):42.Online.

https://www.researchgate.net/profile/Mahyuddin_Nasution2/publication/327542441_Kea manan_Informasi_Pendahuluan/links/5b94e2a94585153a530f2cdb/Keamanan-Informasi-Pendahuluan.pdf. “Keamanan Informasi” .Nasution M. 2018. 

https://www.academia.edu/25349174/ARTIFICIAL_INTELLIGENCE_IN_CYBER_SE CURITY . “Artificial Intelligence in Cyber Security”.Patil, P. 2016.

Rocher, L, Montjoye, Y, Farzanehfar, A. (2017). “Solving Artificial Intelligence’s Privacy Problem”. Jurnal: Field Actions Science Reports, Special Issue.17:80-83.Online

Lailiyah, Ashofatul. (2014). “URGENSI ANALISA 5C PADA PEMBERIAN KREDIT PERBANKAN UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO” Jurnal Hukum Yuridika Fakultas Hukum Universitas Airlangga. 29(2) : 220-224.Online

https://docplayer.info/165535053-Peran-teknologi-artificial-intelligence-untuk-meningkatkan-keamanan-komputer-dalam-pseudonimisasi-data.html
 

.


    

Comments